it's all about my life

Rabu, 08 September 2010

gloomy period in my life

Awan hitam menutupi langit sore hari ini, sekarang di jepang memang sedang memasuki akhir musim panas, jadi bukan hal yang aneh bila melihat awam mendung di langit. Aku duduk di ayunan di taman kota. Beberapa hari ini telah banyak yang terjadi dalam hidupku, hal-hal yang mampu membuat ku menyesali tindakan ku selama ini dan membuat ku bertanya arti hidup ku yang sebenarnya.

"nee-chan... sebenarnya kita mau kemana? ko' mendadak sih?"
"kita mau pergi ke kagoshima"
"kagoshima? jauh sekali... buat apa kita ke sana?"
"^^" hanya itu yang nee-chan berikan, itu memang kebiasaan nee-chan dari kecil dan aku paling benci kebiasaannya yang satu ini.
"semua udah siap? ayo kita berangkat..."
"hai..."
sebenarnya ada apa sih?kenapa kami harus ke kagoshima? ada hal apa yang bisa buat too-san pulang ke jepang dan rela meninggalkan pekerjaannya? padahal setau ku ayah ku itu orang yang 'gak akan meninggalkan pekerjaan hanya untuk masalah kecil. Semua pertanyaan itu mengganggu pikiran ku selama di perjalanan.

_______________________________________

Di bandara Kagoshima...

"nee.. nee-chan... too-san... sebenarnya ada apa sih? kenapa kita harus ke sini?"
"nanti kamu juga tau ko' yuto..."
"demo..." belum selesai ku bicara, too-san udah menarik tangan ku untuk segera meninggalkan bandara ini. ku benar-benar binun, tapi ku coba untuk mengikuti keinginan ayah dan kakak ku. setelah perjalanan beberapa menit pakai taksi, akhirnya kami sampai di depan sebuah rumah. rumah ini masih tetap menggunakan gaya rumah jepang kuno, namun ku suka, karena rumah ini masih terlihat rapi dan elegan.

"ini rumah siapa?" namun, alih-alih menjawab pertanyaan ku, mereka hanya diam dan mengajak ku masuk. seperti rumah jepang kuno lainnya, rumah ini di penuhi dengan lorong dan ada taman yang mengitari rumah.

Kami pun sampai di depan sebuah kamar. Too-san terlihat ragu dan tegang saat akan membuka pintu kamar ini, ku pun melihat ekspresi yang sama dari wajah nee-chan. Aku semakin penasaran dengan apa yang ada di dalam kamar ini. saat pintunya di buka, ku lihat sesosok wanita cantik yang terbaring tak berdaya di atas tempat tidurnya. Wanita itu terlihat cantik dalam baluatan gaun putih yang sedang di kenakannya. Wajah wanita itu terlihat sangat damai dalam tidur panjangnya. Ku dengar samar suara isakan tangis nee-chan. ku lihat nee-chan sedang memeluk too-san dan menangis. ku alihkan kembali pandangan ku kepada wanita itu, ku lihat wajahnya lekat-lekat. sekejap kemudian sebuah pikiran terlintas dalam otakku, dengan segera ku lihat wajah nee-chan dan too-san.

"chotto... jangan-jangan ini..." ingin ku hilangkan pikiran ini dengan se
gera dari benak ku.
"dare?" ku lihat ayah ku, ku pandang matanya langsung dengan tatapan tajam. too-san terlihat ragu untuk menjelaskan ini pada ku.
"DARE!!" kini ku tinggi kan nada suara ku dan suara ku pun terasa bergetar. ku sangat takut apa yang ada di pikiran ku ini menjadi kenyataan. ku coba untuk ku tenang kan pikiran ku, agar ku dapat mendengar jawaban to-san dengan jelas.
"dia... wanita itu adalah..." di alihkannya pandangannya dari mata ku, saat itu ku yakin bahwa apa yang ku pikir kan dan ku takut kan akan segera terjadi.

~
to be continued

cast:

Nakajima Yuto

Tidak ada komentar:

Posting Komentar