
"Yuto... Yuto...."
aku kenal betul suara itu. Meski terdengar samar, tapi aku tau pasti pemilik suara itu.
"Yuto... Akhirnya nee-chan menemukan mu" yah.. Itu benar suara nee-chan. Kini dia sudah berdiri di hadapan ku, tubuhnya basah kuyup karena bermandikan hujan, tubuhnya pun terlihat gemetar kedinginan di terpa angin. Tapientah kenapa seakan ku tak peduli keadaannya saat tu.
"Yuto... Ayo kita pulang.. udah beberapa hari ini kamu 'gak pulang... kami cemas..."
Yah.. sejak kejadian itu aku memtuskan untuk tidak pulang ke umah semntara waktu dan menenangkan pikiran ku. Ini memang tindakan nekat, tapi sampai skarang piiran ku masih kacau di buatnya.
Aku memutus kan untuk beranjak dari tempat itu.
"Kamu mau kemana? mau lari dari kenyataan lagi? cukup Yuto.."
"Aku? Lari dari kenyataan?... Nee-chan salah!... Kalian yang sembunyikan kenyataannya dari ku!" Lagi-lagi ku tinggikan suara ku di hadapan nee-chan.
"Memang kami jahat karena menutupi hal ini dari kamu... tapi percayalah kami 'gak ada niat untuk menyakiti mu... ini semua kemauan kaa-san..."
Ku hanya diam.
"Kaa-san 'gak amu kamu sedih melihatnya... kaa-san mau kamu bahagia..."
""Apa kalian pikir aku akan bahagia dengan cara kalian ini?.... 'gak!... aku tersiksa..."
"Yuto... Gomen... tapi nee-chan mohon, kamu mau melihat ini.." di tunjuknya sebuah tas biru yang sedari tadi dia bawa. Aku penasaran dengan isi tas itu, jadi aku pun ku putus kan untuk mengikuti nee-chan mencari tempat.
_______________________________________
Di Dalam Kubah kecil.
Nee-chan mengeluarkan isi tasnya yang ternyata adalah laptop putih miliknya. Di buka laptop itu dan nee-chan pun membuka sebuah file Vidio yang berjudul " Pesan Kaa-san". Judul itu membuat rasa penasaran ku semakin memuncak.
"Yuto... Anak ku..." Ini pertama kalinya ku mendengar suara kaa-san memanggil nama ku. Suaranya begitu lembut, penuh kasih sayang. Hati ku terasa hangat saat mendengarnya.
"Gomen ne... Saat kamu lihat vidio ini, kaa-san udah 'gak di samping mu lagi..." Ku kecewa dengan kenyataan itu.
"sekarang kamu udah tumbuh besar ya... Kaa-san rasa kamu udah lebih tinggi dari kaa-san sekarang... kaa-san ingat dulu kamu selalu minta gendong kaa-san, tapi kaa-san rasa sekarang kamu yang bisa gendong kaa-san..." terlihat kaa-san tersenyum kecil saat mengatakan ini. Sangat cantik. Entah kenapa aku pun ikut tersenyum.
"Yuto... berjuta maaf karena dulu kaa-san menginggalkan mu... Kaa-san sakit dan kaa-san 'gak mau kamu melihat kaa-san dalam keadaan lemah seperti itu... jadi Kaa-san putuskan untuk melakukan ini... Jangan salah kan ayah dan kakak atas keputasn ini... Ini keinginan kaa-san..." wajanya terlihat menyesal dan begitu sedih saat mengakui semua ini. Aku begitu bersalah.
"Yuto...Walaupun kita 'gak pernah ketemu lagi... tapi yakin lah kaa-san selalu sayang pada mu... kaa-san selalu melihat mu di layar televisi.. kaa-san begitu bahagia melihat senyuman mu... melihat senyum mu itu kaa-san merasa ingin berada di tepat mu dan tertawa bersama mu... kamu tumbuh dengan baik... kaa-san bahagia memiliki akan seperti mu... kamu permata hati ku yang paling berharga..." kali ini kaa-san menangis. Ingin rasanya ku hapus air mata itu dan ku peluk tubuh kaa-san.
"o ya..." segera mungkin di hapunya air mata itu.
"kamu pintar moon walk ya? suge...^^ kaa-san dengar kamu juga latihan drum ya? kamu pintar ^^...kamu juga jadi ketua kelas ya? kaa-san bangga pad amu... kamu jagoan kaa-san yang paling hebat!! semangat terus ya yuto!!... Ganbatte!!... kaa-san sayang kamu... sayonara Yuto..."
itu lah semua ekspresi yang kaa-san tunjuk kan pada ku.
"kaa-san..." air mata ku kini tak terbendung lagi, saat ku selesai melihat vidio itu. aku bingung dengan perasaan ku. aku memnag sedih., tapi aku juga merasa hangat. ku rasa nee-chan memeluk tubuh ku, di biarkannya aku menagis dalam pelukannya. nyaman.
__________________________________________
Di luar, Hujan baru saja berhenti.
"nee... Yuto... mitte!!!.. Nidji!!!..."
ku mendongak ke atas melihat langit, di san memang ada pelangi yang menghias langit sore.
"Yuto... Badai akan datang kaan pun, tapi percaya lah akan selalu ada pelangi indah setelah badai itu pergi.. jadi jangan takut dengan keharan badai.. jadi lah kuat dan tegar seperti karang"
ku lihat kakak ku itu, lalu ku peluk tubuhnya erat.
"hu um.. ku percaya... dan bagi ku pelangi ku adalah nee-chan..."
"eh?"
"nee-chan pelangi terindah di hidup ku.. ^^"
~ Fin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar